Debut Sutradara Reza Oktovian, ‘Harusnya Horror’ Tayang 20 Agustus
Font Terkecil
Font Terbesar
SENEKO NEWS ■ JAKARTA — Film komedi-horor Harusnya Horror, yang menandai debut Reza “Arap” Oktovian sebagai sutradara layar lebar, akan tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus, dengan cerita yang menggabungkan persahabatan, kehilangan dan fenomena ekonomi kreator.
Diproduksi Ess Jay Pictures, film tersebut menggunakan pendekatan komedi dan horor untuk mengangkat kehidupan para content creator serta perkembangan creator economy di Indonesia.
Reza mengatakan film itu juga membawa pesan mengenai pentingnya menghargai orang-orang terdekat sebelum terlambat.
“Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat,” kata Reza.
Film tersebut memiliki dimensi emosional bagi para pemain dan kru karena menjadi karya terakhir aktris Lula Lahfah sebelum meninggal dunia.
Reza mengatakan keterlibatan Lula dalam produksi menjadi kenangan penting bagi dirinya dan kru film.
“Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng,” kata Reza, seraya menambahkan bahwa seluruh kru dan pemeran merasakan dukungan Lula selama proses produksi.
Kehadiran Lula membuat film tersebut memiliki makna tambahan bagi para pemain dan kru ketika diputar setelah kepergiannya.
Debut Penyutradaraan
Harusnya Horror merupakan film panjang pertama yang disutradarai Reza Oktovian. Seluruh anggota AAACIan juga terlibat dalam film tersebut, antara lain George Tieron, Yukatheo, Gally Andrian, Teguh Prakoso, Aldy Renaldy, Ariyanto, Niko Junius dan Bravvson.
George Tieron, yang memerankan karakter Kevin, mengatakan Reza memberikan ruang bagi para pemain untuk mengeksplorasi karakter mereka selama produksi.
Menurut George, proses tersebut dilakukan melalui pengembangan karakter dan pendampingan acting coach.
“Dia memberikan kebebasan kreatif kepada kami sebagai aktor untuk bisa mengeksplorasi karakter,” kata George.
Creator Economy
Produser Shridhar Jetty mengatakan film tersebut mencoba mengangkat situasi yang relevan dengan perkembangan industri kreator digital di Indonesia.
Menurutnya, cerita film menggambarkan kondisi ketika berbagai aktivitas kehidupan semakin sering dijadikan konten.
“Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy saat semuanya dijadikan konten,” kata Shridhar.
Selain unsur horor dan komedi, film ini mengangkat tema persahabatan, pengkhianatan, pengampunan, kehilangan dan pengorbanan.
Film tersebut telah membuka penjualan tiket awal di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda dan Pontianak.
Harusnya Horror dijadwalkan mulai tayang secara nasional di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026. (KHAIRUL)

