PBNU Islah, Jabatan Dikembalikan dan Muktamar NU Dijadwalkan 2026
Font Terkecil
Font Terbesar
SENEKO NEWS | JAKARTA — Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang digelar Kamis siang menandai babak baru islah di tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.
Rapat menyepakati pemulihan kepengurusan PBNU seperti sebelum konflik internal mencuat.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam rapat pleno tersebut.
Permintaan maaf itu diterima oleh seluruh peserta rapat. “Pleno menerima dan memaafkan Gus Yahya,” ujar seorang peserta rapat yang hadir di lokasi.
Rapat kemudian menyetujui pengembalian jabatan Ketua Umum PBNU kepada KH Yahya Cholil Staquf. KH Zulfa Musthofa, yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU, secara resmi menyerahkan kembali mandat kepemimpinan itu.
Dengan keputusan tersebut, seluruh susunan pengurus PBNU dikembalikan seperti sebelum konflik terjadi.
Selain menyelesaikan persoalan kepemimpinan, rapat pleno juga membahas agenda organisasi ke depan. Peserta rapat menyepakati pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada April atau Mei 2026. Adapun Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.
Suasana rapat berlangsung emosional. Sejumlah peserta tampak terharu ketika keputusan islah disahkan.
“Ada rasa lega dan bahagia,” kata salah satu pengurus PBNU. Rapat pleno ditutup dengan saling bersalaman antar-pengurus sebagai penanda berakhirnya ketegangan internal.
Dengan keputusan ini, PBNU berharap dapat kembali memusatkan perhatian pada agenda keumatan dan kebangsaan, serta menyiapkan Muktamar NU mendatang dalam suasana yang lebih kondusif. (syam)
