Masyarakat Adat NTT Siapkan Gelar Manek Tirosa Untuk Jokowi
Font Terkecil
Font Terbesar
SENEKO NEWS, KUPANG – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menerima penganugerahan gelar adat "Manek Tirosa" (Raja Tirosa) dalam rangkaian Safari Kebangsaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Kupang.
Informasi tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Berani Nusantara (DPD GBRAN) NTT, Charles Kopong Koten, kepada SuaraNegeri.co.id, Jumat (31/7/2026).
Menurut Charles, seluruh jajaran pengurus DPD GBRAN NTT telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi selama sepekan terakhir guna menyukseskan kunjungan Presiden ke-7 RI tersebut.
"Kami telah mematangkan seluruh persiapan Safari Kebangsaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dijadwalkan berlangsung di NTT," ujar Charles.
Ia menjelaskan, persiapan kegiatan juga melibatkan berbagai unsur daerah. Salah satunya melalui rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, yang digelar di Gereja GMIT Marturia Oetete, Kabupaten Kupang.
Charles mengatakan, terdapat sejumlah lokasi yang akan dikunjungi Jokowi selama berada di NTT. Salah satu agenda utama yang telah dipersiapkan adalah prosesi penganugerahan gelar adat "Manek Tirosa", yang merupakan simbol penghormatan adat dari masyarakat Timor, Rote, dan Sabu.
"Di lokasi tersebut, Bapak Jokowi dijadwalkan menerima penganugerahan gelar adat Manek Tirosa atau Raja Tirosa," katanya.
Menurut panitia, prosesi penyambutan di Gereja GMIT Marturia Oetete akan diawali dengan kedatangan rombongan Jokowi di halaman gereja, dilanjutkan dengan penganugerahan gelar adat serta penyematan busana adat.
Selanjutnya, Jokowi dijadwalkan memasuki gereja dengan diiringi tarian tradisional Gong dan Rote, menerima sambutan dari perwakilan pendeta, kemudian meninggalkan lokasi acara dengan iringan tarian etnis serta pengawalan dua anak berpakaian adat sebagai simbol keberlanjutan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Charles menilai, rangkaian prosesi adat tersebut merupakan bentuk penghormatan masyarakat NTT kepada Jokowi sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Charles menjelaskan, penganugerahan gelar adat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari prosesi penyambutan, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Apa itu Manek Tirosa?
Manek Tirosa, yang secara harfiah berarti "Raja Timor, Rote, dan Sabu", merupakan salah satu bentuk penghormatan adat tertinggi yang diberikan kepada seorang tokoh atau pemimpin yang dinilai memiliki perhatian, jasa, dan pengabdian besar terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
Penganugerahan gelar itu, menjadi simbol eratnya hubungan emosional antara masyarakat NTT dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Selama masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas, serta penguatan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dinilai memberikan dampak bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur. (Gus)

