"KUI" Film Keluarga Penuh Tawa yang Berujung Air Mata, Siap Menyentuh Hati Penonton Mulai 6 Agustus 2026
Font Terkecil
Font Terbesar
SENEKO NEWS - Jakarta, Starvision bersama FMM Studio resmi menggelar Press Screening & Press Conference film "Kado Untuk Ibu" pada Rabu, 29 Juli 2026 di XXI Epicentrum, Jakarta. Acara tersebut dihadiri para sineas, pemain film, awak media, influencer, serta sejumlah tamu undangan yang berkesempatan menyaksikan lebih dulu film keluarga yang digadang-gadang menjadi salah satu tontonan paling menyentuh tahun ini.
Turut hadir dalam konferensi pers jajaran pembuat film, yaitu Chand Parwez dan Mithu Nisar selaku produser, M. Amrul Ummami sebagai sutradara, serta M. Ali Ghifari sebagai penulis skenario. Selain itu, para pemeran utama dan pendukung film juga hadir untuk berbagi pengalaman selama proses produksi.
---
## Film Keluarga yang Berangkat dari Kehidupan Sehari-hari
Dalam sambutannya, Produser Chand Parwez mengungkapkan bahwa *Kado Untuk Ibu* lahir dari cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
> "Film ini berangkat dari kejadian sehari-hari. Ada sosok Ara yang menemukan keluarga baru, sementara setiap karakter di dalam film ini sama-sama sedang berjuang untuk keluarganya."
Menurut Chand Parwez, kekuatan utama film ini bukan hanya pada kisah anak-anak, melainkan pada pesan universal tentang keluarga.
> "Ini bukan film anak-anak, tetapi film keluarga. Anak-anak dalam film ini memiliki pola pikir yang luar biasa. Penonton akan diajak menikmati cerita yang seru sekaligus menemukan makna-makna hidup yang sering kali tidak terduga."
Ia berharap film tersebut mampu menjadi hadiah emosional bagi seluruh masyarakat Indonesia.
> "Semoga *Kado Untuk Ibu* benar-benar menjadi kado untuk kita semua."
---
## Komitmen Menjaga Kenyamanan Aktor Anak
Produser Mithu Nisar menjelaskan bahwa sejak awal proses produksi, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap para pemain anak.
Menurutnya, seluruh proses syuting dirancang agar anak-anak dapat bekerja dalam suasana yang aman, nyaman, serta tetap menikmati pengalaman mereka sebagai bagian dari sebuah film keluarga.
---
## Setiap Karakter Memiliki Benang Merah
Sutradara M. Amrul Ummami mengungkapkan bahwa seluruh karakter dalam film memiliki keterkaitan emosional yang kuat.
Salah satu adegan yang paling membekas baginya adalah ketika karakter Sabana Agung akan diganti popoknya oleh sang Anak. Adegan sederhana tersebut justru memiliki makna yang sangat dalam mengenai kasih sayang dan pengorbanan dalam keluarga.
Ia juga mengapresiasi profesionalisme para aktor cilik.
> "Anak-anak bermain sangat profesional. Mereka mampu membangun emosi yang natural sehingga hubungan antar karakter terasa hidup."
Menurutnya, inti cerita film ini adalah bagaimana keluarga yang sempat renggang dapat dipersatukan kembali.
> "Film ini berbicara tentang keluarga yang kembali menyatu. Yang sebelumnya memiliki jarak, perlahan menjadi utuh kembali."
---
## Berawal dari Sebuah Kado
Sementara itu, Penulis Skenario M. Ali Ghifari menceritakan bahwa inspirasi cerita bermula dari pengalaman pribadi.
Ia mengaku ide tersebut muncul setelah mendapatkan sebuah hadiah dari anaknya.
> "Saat ide ini muncul, saya baru saja mendapat kado dari anak saya. Dari situ kemudian kami berdiskusi bersama produser dan sutradara."
Menurutnya, ide sederhana tersebut berkembang menjadi sebuah cerita yang kuat berkat proses kreatif seluruh tim.
> "Ide yang sederhana akhirnya menjadi sesuatu yang sangat indah ketika diwujudkan oleh sutradara."
---
## Pesan Menyentuh dari Pemeran Ara
Pemeran karakter Ara, Luisa, mengaku proses membangun chemistry bersama para pemain berlangsung secara alami karena mereka banyak menghabiskan waktu bermain bersama di lokasi syuting.
Ia juga menyebut aktor favoritnya selama proses syuting adalah Fariz.
Di akhir sesi, Luisa menyampaikan pesan sederhana namun mengharukan kepada para penonton.
> "Kalau ibunya masih ada, dengarkan pesan ibu ya. Kalau nanti ibu sudah tidak ada di rumah, baru terasa penyesalannya."
Ucapan tersebut langsung mengundang keheningan sekaligus haru dari para tamu yang hadir.
---
## Pengorbanan Seorang Pemadam Kebakaran
Salah satu karakter yang juga menjadi perhatian adalah Petugas Damkar "Asli" yang diperankan Dio Pratama asal Pekanbaru.
Di Konpres ia menggambarkan bagaimana seorang petugas pemadam kebakaran sering kali harus mendahulukan keselamatan orang lain dibanding keluarganya sendiri.
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi mengenai arti pengorbanan yang diangkat dalam film.
---
## Tawa yang Berubah Menjadi Tangis
Usai pemutaran film, respons para jurnalis dan tamu undangan sangat positif.
Sejak awal, penonton disuguhkan berbagai adegan humor yang ringan dan menghibur sehingga suasana bioskop dipenuhi gelak tawa. Namun, memasuki babak akhir, cerita berubah drastis menjadi sangat emosional.
Banyak penonton mengaku tidak mampu menahan air mata ketika konflik utama mulai terungkap.
Gila, film ini benar-benar tidak bisa ditebak arahnya sampai akhir. Awalnya penonton dibuat tertawa melalui berbagai adegan komedi yang menghangatkan suasana, tetapi menjelang klimaks, emosi dibangun secara perlahan hingga mencapai puncaknya. Ketika seluruh rahasia dan pesan keluarga terungkap di penghujung cerita, suasana studio berubah haru—hampir semua penonton menangis.
Perpaduan antara komedi, drama keluarga, dan kejutan cerita menjadi kekuatan utama *Kado Untuk Ibu*, menjadikannya bukan sekadar tontonan, tetapi pengalaman emosional yang membekas.
---
## Tayang Serentak 6 Agustus 2026
Film "Kado Untuk Ibu" merupakan hasil kolaborasi Starvision dan FMM Studio.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 6 Agustus 2026 dan diprediksi menjadi salah satu film keluarga yang layak disaksikan bersama orang tua, anak, maupun seluruh anggota keluarga.
Dengan balutan humor yang segar, drama yang kuat, serta pesan tentang kasih sayang, pengorbanan, dan pentingnya menjaga keutuhan keluarga, "Kado Untuk Ibu" menjadi pengingat bahwa hadiah terbaik dalam hidup bukanlah sesuatu yang mahal, melainkan kehadiran orang-orang tercinta sebelum semuanya terlambat.


