Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Ibas: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
SENEKO NEWS - Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ibas menyampaikan hal itu dalam Seminar Kebangsaan bertajuk “Muda Berkarya, Ekonomi Berdaya, Indonesia Maju” dengan subtema “Ekonomi Kreatif, Politik, dan Demokrasi” di Gedung DPR RI, Nusantara IV, Jakarta, pada Senin (7/9).
Menurut Ibas, ekonomi kreatif memiliki posisi strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah, termasuk ambisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
“Instrumen pemberdayaan generasi muda merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi nasional untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Target pemerintahan Presiden Prabowo ekonomi tumbuh 8%. Sehingga ekonomi kreatif salah satu yang memiliki peran strategis sebagai new engine of growth,” ujar Ibas.
Ia mengatakan perkembangan teknologi digital telah membuka peluang yang semakin luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menciptakan kegiatan ekonomi baru.
Karena itu, Ibas mendorong anak muda untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi serta memberikan dampak bagi masyarakat.
“Generasi muda harus berani mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat luas,” katanya.
Ibas juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi kreatif perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai kebangsaan yang tercermin dalam empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut dia, generasi muda Indonesia memiliki peluang untuk membawa karya dan inovasi nasional ke pasar global tanpa kehilangan identitas dan karakter bangsa.
Ia menilai kemajuan teknologi digital dapat menjadi instrumen penting untuk memperluas akses generasi muda terhadap pasar, memperkenalkan produk kreatif Indonesia ke dunia dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Merah Putih harus dapat dikibarkan di kancah dunia melalui inovasi dan karya global tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ujar Ibas.
Pengembangan ekonomi kreatif, kata dia, pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga dengan kemampuan generasi muda beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan ekonomi global.
Dengan dukungan ekosistem yang memadai, Ibas berharap sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi nasional. (gus)

