BREAKING NEWS

Minggu Kliwon, Megawati Nyekar ke Makam Bung Karno, Apa Maknanya?


SENEKO NEWS | BLITAR — Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melaksanakan tradisi nyekar ke makam ayahandanya, Soekarno di Makam Bung Karno, pada Minggu (29/3/2026).

Ziarah ini menegaskan kuatnya tradisi spiritual dalam budaya Jawa. Nyekar bukan sekadar ritual, melainkan laku batin, mengirim doa, mengenang leluhur dan sekaligus merawat nilai-nilai kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

Pemilihan waktu Minggu Kliwon juga sarat makna. Dalam penanggalan Jawa, hari tersebut diyakini memiliki nuansa spiritual yang kuat, sehingga kerap dijadikan momentum untuk berziarah dan melakukan perenungan diri.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Megawati berdoa secara pribadi di pusara Bung Karno, kemudian menaburkan bunga sebagai simbol penghormatan dan ketulusan. Laku hening ini menjadi inti dari tradisi nyekar, sederhana, namun penuh makna.

Turut mendampingi dalam ziarah tersebut, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra, serta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. 

Hadir pula Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama jajaran pengurus DPP dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kultural yang terus dijaga. 

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, nyekar menjadi ruang kontemplasi, menghubungkan manusia dengan akar sejarah, nilai spiritual dan jati diri bangsa.

Tradisi ini menegaskan bahwa warisan leluhur tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupi melalui doa, keheningan dan kesadaran akan asal-usul serta arah perjalanan ke depan.(sa/red)