BREAKING NEWS

Wamen Roro Dorong Produk Karya Perempuan Tembus Pasar Global


SENEKO NEWS JAKARTA —  Wkil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dorong pelaku usaha perempuan Indonesia  perluas pasar  produk lokal hingga menembus pasar global. 

Dorongan itu disampaikannya saat menjadi panelis ‘Kunstkring Dialogue: Forum Diskusi Ekonomi Restoratif’ di Jakarta, Rabu 24/6.

“Kita memberdayakan seorang perempuan, sesungguhnya kita juga memberdayakan satu generasi.

Pemberdayaan perempuan penting dari sisi sosial,  juga jadi faktor kunci pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wamendag Roro.

Ia menjelaskan lebih dari 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. 

Sementara kontribusi UMKM terhadap PDB nasional mencapai 60,51 persen, menyerap 96,92 persen tenaga kerja, dan berkontribusi 15,65 persen terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia.

Wamendag Roro menilai, produk karya perempuan memiliki potensi besar bersaing internasional karena mengandung kearifan lokal, keberlanjutan, dan identitas budaya yang jadi daya tarik pasar global.

“Potensi ini harus terus didorong agar produk tidak hanya dikenal dunia, tapi juga memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi pelakunya,” katanya.

Program dukungan Kemendag
  
Untuk memperluas akses pasar, Kemendag menjalankan program ‘Dari Lokal untuk Global’ lewat jaringan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center ITPC untuk business matching. 

Pemerintah juga memperluas akses lewat perjanjian perdagangan internasional dengan negara mitra.

Wamendag Roro, jmenekankan pentingnya ekonomi restoratif yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan. Ia minta pelaku usaha terus tingkatkan kualitas produk dan penuhi standar internasional soal keberlanjutan rantai pasok.

Kemendag juga punya program ‘Desa Bisa Ekspor’ yang sudah bermitra dengan 2.616 desa. Sebanyak 787 desa di antaranya sudah dikategorikan sebagai desa siap ekspor. 

Program ini diharapkan buka peluang lebih luas bagi komunitas dan pelaku usaha daerah, termasuk perempuan.

Associate Director Penabulu Foundation, Wawan Suyatmiko yang hadir di forum mengapresiasi langkah Kemendag. 

Wawan berharap perempuan yang jadi pelaku usaha terus dapat dukungan akses pasar dan permodalan agar produk lokal tidak hanya bertahan domestik, tapi juga bersaing global.

Turut hadir Wamen PPPA Veronica Tan, Staf Ahli KLHK Erik Teguh Primantoro, dan Sekretaris Ditjen Penataan Agraria ATR/BPN Sukiptiyah. Moderator: Rosianna Silalahi. (Adolf)