Menteri Perdagangan Indonesia Mendapat Penghargaan Atas Inisiatif Ekspor Desa
Font Terkecil
Font Terbesar
SENEKO ■ BALI — Komitmen Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam mendorong desa-desa Indonesia menembus pasar global mendapat apresiasi tinggi.
Atas inisiatif Program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, Mendag Busan dianugerahi penghargaan Figur Akselerator Kemajuan kategori "Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri" pada ajang Bali-Nusra Awards 2026.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp Chairul Tanjung di Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (3/7).
Mendag Busan, mendedikasikan penghargaan tersebut kepada masyarakat desa yang telah bergabung dalam Program Desa BISA Ekspor.
Menurutnya, program ini merupakan gerakan kolaboratif antara pemerintah dan swasta untuk menjadikan desa sebagai motor penggerak ekspor nasional.
"Penghargaan ini kami dedikasikan kepada masyarakat desa yang telah bergabung dalam Program Desa BISA Ekspor.
Program ini merupakan gerakan kolaboratif antara pemerintah dan swasta untuk menjadikan desa sebagai motor penggerak ekspor nasional," ujar Mendag Busan.
Penghargaan "Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri" diberikan karena langkahnya menggagas dan meluncurkan Program Desa bisa Ekspor.
Program yang pertama kali diluncurkan di Jembrana, Bali, pada 9 September 2025 ini dinilai sebagai inisiatif strategis yang mendorong transformasi desa melalui pengembangan potensi produk unggulan lokal.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Program Desa BISA Ekspor telah memetakan potensi ribuan desa, memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, serta membuka akses ke pasar global.
"Kami berharap program ini semakin membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar global. Ekspor tidak hanya dilakukan di kota, tetapi juga di desa. Tidak hanya oleh pelaku usaha besar, tetapi juga oleh usaha kecil. Kini saatnya transformasi desa menuju pasar internasional," tutur Mendag Busan.
Bali-Nusra Awards 2026, merupakan ajang penghargaan yang berlangsung sejak 2025 untuk mengapresiasi individu, tokoh masyarakat, instansi pemerintah, dan pelaku usaha yang menghadirkan inovasi, kreativitas, inspirasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Penerima ditetapkan berdasarkan lima indikator: inovasi, kreativitas, inspirasi, dampak, dan keaktifan. (Adolf Manumpak)
